The Revival of Sansa, Clip? Nope!

•April 16, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setelah lama Sansa Clip lama menginap di olympus service centre, akhirnya saya mendapat sebuah pencerahan sekaligus kabar baik. Sansa clip saya akan diganti atau di upgrade dengan produk baru. Sayangnya pihak olympus service centre sudah kehabisan stok Sansa clip, dan juga kesulitan memperoleh stok baru, berhubung produk tersebut sudah diskontinyu diproduksi.

Jadi sebagai jalan tengah, pihak service centre menawarkan pengg-upgrade-an dengan produk lain. Dan Eng…Ing…Eng… Produk lainnya adalah Sansa E250. OMG…tampilannya sih keren, juga bikin kere. Soalnya saya harus menambah 375.000 lagi buat menebus produk tersebut. Moga-moga minggu depan udah punya uang, soalnya minggu depan tu produk bakalan ditebus.

Ini dia gambar barangnya! Ada yg punya reviewnya gak?

E250 dari mbah gugel

Welcome, Trekstor i.Beat Rock

•April 16, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Trekstor i.beat Rock

Kabar gembira kembali menyapa, setelah hampir satu bulan penuh, hidup tanpa iringan musik dari mp3 player, kini saya kedatangan player baru. Tepatnya sekitar satu minggu yang lalu, saya mendapatkan Trekstor i.beat rock. Rasa kehilangan akan Sansa clip—mp3 player terdahulu—sedikit terobati. Melalui transaksi singkat, hangat dan padat, di masjid guitar hero dengan bung Physora, I.beat rock pun berpindah tangan. Well mari kita ulas sedikit, namun harap sedikit maklum jika nantinya penilaian i.beat rock ini akan bersifat personal.

Dimulai dengan kemasannya, kok rada familiar yah? Saya pernah melihat kemasannya di BEC, dan kemasan ini digunakan untuk mengemas mp3 player abal-abal dari Cina. Well peribahasa berkata, dont judge the book by its cover. Setelah dibuka, kesan yang pertama kali muncul adalah simpel. Desain bentuk balok, dengan beberapa tombol dan satu buah layar kecil. Namun yang bikin ok sih, desain stripping dekat layarnya, yang racing look abis—carbon fiber. Sebelum mencoba suaranya, bung Physora mewanti-wanti terkait dengan earphone bawaannya yang amburadul. Hmm, ok lets skip the i.beat rock original earphone, and lets use sennheiser mx 160. Segera membeli batu baterai ukuran AAA, namun pencobaan sengaja dilakukan dirumah, berhubung mx 160 nya ada di rumah. skip…skip.

Baterai Alkaline AAA

Begitu sampai di rumah, rasa penasaran yang sangat besar muncul. I.beat dicolokkan ke komputer, memasukkan beberapa lagu favorit, dan akhirnya kapasitas 512MB pun habis digunakan. Begitu selesai mengupload lagu ke i.beat, baterai pun di masukkan, mx160 dicolokkan, dan hasilnya adalah. Wow, begitu jernih suaranya, bassnya muncul namun tidak begitu dominan, begitu juga treblenya, semuanya balance. Range suaranya cukup luas. Maaf deskripsinya dangkal, maklum kuping kaleng. Untuk mp3 player seharga 95 rebu, ini sungguh luar biasa. Hal yang cukup menganggu adalah pemakaian baterai AAA yang cukup boros. Volume normal dan rata-rata bitrate lagu 192, baterai alkaline abis dalam waktu kurang dari 4 jam. But itu bisa diatasi dengan menggunakan baterai chargeran.

Dari depan

Bersambung….

Moto2 Pengganti GP250 ( Part 2, final )

•Maret 2, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Moto vs Gp250 vs WSS

Gelaran Moto2, kelas pengganti Gp 250 kini sudah memulai test pra musimnya, mulai tanggal 1 s/d 3 Maret 2010. Sebanyak 40 rider moto2 unjuk gigi danjuga unjuk kebolehan, buat jadiyang tercepat di sirkuit Valencia, Spanyol. Rider, Gresini Racing Team—Toni Elias—menjadi yang tercepat dalam sesi test hari pertama, dengan catatan waktu 1’37.530. Disusul oleh Julian Simon dengan selisih 0.022 detik dari Toni Elias. Posisi ketiga, diduduki oleh debutan baru, dari Amerika Serikat, yakni Kenny Noyes dari tim Jack&Jones.

Elias

Elias yang bukan Pical!!

Mesin Moto2 ‘made in Honda’ secara resmi telah didistribusikan, kepada para tim peserta moto2. Bukan tanpa cacat memang, mesin berbasis Honda CBR 600RR ini sempat menjadi buah bibir, di beberapa pihak. Apa sih yang jadi buah bibir? Tiada lain dan bukan ialah soal tenaga. Mesin yang ternyata bukan aseli racikan Honda, melainkan racikan perusahaan Geo Technology, hanya bisa menghasilkan tenaga sebesar 125bhp. Tenaga tersebut berkurang 30bhp dari target yang semula telah ditetapkan. Dengan kata lain, mesin moto2 ini, tenaganya kurang 20-25bhp, jika dibandingkan dengan tenaga motor World Supersport (WSS). Hal ini dilakukan oleh Geo Technology—selaku tunner—untuk mengejar daya tahan mesin. Mari kita bayangkan, mesin motor WSS harus dibangun ulang tiap 500km sekali, sedangkan mesin moto2 dibangun ulang tiap 1500km sekali, irit bukan? Benar-benar balap murah, asal bukan murahan sih.

Mesin Moto2 600cc

Dampak berkurangnya tenaga di pacuan moto2, ialah bertambahnya waktu tempuh per putarannya. Mari kita lihat perbandingannya, catatan best lap motor Gp250 di Valencia tahun 2009 ialah 1’36.116, dicetak oleh Alex Debon. Sedangkan waktu yang ditorehkan oleh Toni Elias adalah 1’37.530. Moto2 molor sekitar 1.414 detik dari catatan waktu Gp250. Sedangkan catatan waktu terbaik motor WSS di sirkuit Valencia ialah 1’36.865, dicatat oleh Carl Crutchlow. Motor moto2 ketinggalan sekitar 0.251 detik dari motor WSS. Optimisme untuk melihat motor moto2 lebih cepat dari Gp250 atau bahkan dari WSS masih ada, mengingat ini masih test pra musim. Dimana para tim dan mekanik masih meraba-raba settingan sasis, suspensi dan ban yang cocok. Hal pasti yang dapat ditawarkan oleh moto2 adalah ramainya peserta, dan yang lebih pastinya lagi, yaitu aksi salip menyalip. Bisa bayangin gak, apa yang bakalan terjadi di tikungan R1, dengan jumlah peserta 40 dan dengan laju yang beda-beda tipis?? Seru, yuk ah pantengin kelas moto2 2010.

Valentino Face it

•Februari 15, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Agak Aneh

Masih ingat dengan helm spesial yang digunakan oleh Rossi di sirkuit Mugello-italia, pada tahun 2008. Yup, itu lho, helm yang bergambar wajahnya Valentino Rossi sedang berteriak. Setelah pada tahun 2009, AGV berinisiatif untuk memasarkan replikanya ke khalayak ramai. Kini AGV berinisiatif memasarkan produk yang sama, namun dengan sedikit sentuhan personal sang pembeli. Kamsudnya apa ini, maksudnya, kini para penikmat Helm AGV, bisa memiliki helm yang serupa dengan milik Rossi, tapi dengan modifikasi wajah sendiri. AGV telah menelurkan situs valentinofaces.com, di situs ini kita bisa memodifikasi helm AGV dengan wajah kita sendiri.

Me On AGV

Setelah mendesain helm AGV dengan wajah kita sendiri, kita pun bisa melihat hasilnya dalam format 3D, bisa di save ke hardisk, mainin game motogp di fesbuk pake helm kita sendiri, bisa pula dibeli ( klo ada duit ). Yang pastinya, helm-helm desainan kita, bakalan diadu dan di vote. Desain yang paling keren, bakalan dapet hadiah keren pula. Hadiahnya apa ya? Cek aja sendiri. Oh ia, ada sedikit prikitiw hasil, iseng-iseng desain enam delapan.

3D view

Tag “Semakin di Depan”Ada di YZR M1

•Februari 5, 2010 • 3 Komentar

Motogp sudah memulai latihan pra-musimnya di sirkuit Sepang, dimana pada latihan ini rider Fiat Yamaha, Valentino Rossi, jadi yang tercepat. Namun bukan ini yang bikin orang—terutama orang indonesia—terkagum-kagum. Yang bikin kagum, yaitu adanya tag Yamaha Indonesia di YZR-M1-nya Rossi dan Lorenzo.

Lorenzo juga semakin di Depan

“Semakin di depan”, hooh, itu tag yang tertempel di buritan M1 serta wearpacknya Rossi dan Lorenzo. Hingar-bingar dan hiruk pikuk negosiasi oleh YMKI, terkait pemasangan tag ini sudah tercium beberapa bulan yang lalu. Namun yang tak disangka adalah posisi dari tag “semakin di depan” itu. Penempatan tag ini, bisa dibilang sungguh strategis. Yang di buritan, ukurannya sungguh besar—segede gambreng—pastinya bakalan terlihat sangat, kalo disorot sama kamera. Yang di wearpack apalagi, wong posisinya ada di lengan bagian luar. Bakalan jelas..las..las keliatan sama kamera, ckckck hebat-hebat.

Rossi Semakin di Depan

Ada bangganya, ada juga sedihnya. Beberapa orang menilai pemasangan tag iklan Yamaha Indonesia ini, telah memakan korban. Korbannya siapa lagi dan bukan, satu-satunya rider nasional kita yang berkiprah di ajang internasional, yakni Doni Tata. Doni Tata yang sempat dikabarkan akan melanjut ke ajang Moto2 setelah mundur dari World Supersport. Kini harus berpuas diri balapan di sekitaran kawasan Asia saja. Ini yang sekarang menjadi sebuah kontroversi, di balik pemasangan Tag Yamaha Indonesia. Jadi pilih mana, ngeliat tag Yamaha ada di YZR-M1 apa ngeliat rider Indonesia ada di arena balap Internasional?

MOTO2 Pengganti Gp250 (Part 1)

•Februari 5, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hingar-bingar suara cempreng knalpot mesin 2-tak, tidak akan lagi terdengar. Kini kelas 250cc Motogp sudah berakhir. Moto2 resmi menggantikan kelas 250cc motogp, mulai musim 2010. Kelas moto2 merupakan kelas balap dengan basis mesin 600cc 4-tak. Pada mulanya di musim 2010 ini, gp 250 dan moto2 akan berjalan berdampingan. Dimana motor 250cc dan motor Moto2 akan diadu bersama, layaknya masa transisi Motogp dari kelas 500cc 2-tak menuju ke 990cc 4-tak. Namun hal ini tidak terjadi, yang ada justru kelas Moto2, sepenuhnya dibuka.

Kelas Moto2 sendiri merupakan kelas yang dibuka oleh Dorna sebagai sebuah respon terhadap menyeruaknya isu lingkungan. Dimana mesin moto2 dinilai lebih ramah terhadap lingkungan–karena 4-tak. Moto2 pun merupakan sebuah kelas yang di desain sebagai balapan ‘murah meriah.’ Demi menciptakan balapan motor yang murah, moto2 menggunakan konsep balapan, dengan penyuplai mesin tunggal. Yup, setelah memenangkan tender, Honda merupakan pemasok mesin tunggal di balapan moto2. Mesin yang dipasok sendiri merupakan, mesin honda CBR 600 ( PC40E ) yang sudah ‘dikorek.’ Jadi, tim-tim yang ikut serta dalam kompetisi moto2 hanya mengembangkan sasis prototip saja. Tim seperti Tech 3 dan juga Team Scott, mengembangkan dan meriset motornya sendiri. Sedangkan tim-tim lainnya, bergantung kepada pengembang luar. Ini menyebabkan beberapa rumah modifikasi dan pengembang sasis ternama terlibat dalam kompetisi moto2. Sebut saja moriwaki, FTR, Suter Racing Technology, TSR, berduyun-duyun memamerkan motor mereka.

Adapun pembalap-pembalap yang ikutserta dalam kompetisi moto2, merupakan pembalap-pembalap yang sebelumnya berada di kelas 250cc. Ditambah beberapa pembalap anyar, dan juga eks rider motogp seperti Toni Elias, Alex Deangelis, Niccolo Canepa dan lain-lain. Berikut merupakan entry list sementara kelas moto2 tahun 2010.

2; GABOR TALMACSI; HUNGARIAN
SPEED UP; FTR

4; STEFAN BRADL; GERMAN
VIESSMANN KIEFER RACING; SUTER

5; JOAN OLIVE ; SPANISH
JACK&JONES BY A.BANDERAS; PROMOHARRIS

6; ALEX DEBON; SPANISH
TEAM AEROPORT DE CASTELLO-AJO; FTR

7; AXEL PONS; SPANISH
PONS RACING; PONS KALEX

9; KENNY NOYES; USA;
JACK&JONES BY A.BANDERAS; PROMOHARRIS

10; FONSI NIETO; SPANISH
G22 HOLIDAYGYM; MORIWAKI

12; THOMAS LUTHI; SWISS
INTERWETTEN MORIWAKI RACING; MORIWAKI

14; RATTHAPARK WILAIROT;THAI
HONDA-SAG; SUTER

15; ALEX DE ANGELIS; SAN MARINO
SCOT RACING TEAM; SCOT

16; JULES CLUZEL; FRENCH
FORWARD RACING; SUTER

17; KAREL ABRAHAM; CZECH
CARDION AB MOTORACING; RSV

24; TONI ELIAS; SPANISH
GRESINI RACING MOTO2; MORIWAKI

25; ALEX BALDOLINI; ITALIAN
CARETTA TECHNOLOGY RACE DEPT; I.C.P.

29; ANDREA IANNONE; ITALIAN
SPEED UP; FTR

35; RAFFAELE DE ROSA; ITALIAN
TECH 3 RACING; TECH 3

37; FABRICIO PERREN; ARGENTINE
KINO RACING; BQR-MOTO2

39; ROBERTINO PIETRI; VENEZUELAN
ITALTRANS S.T.R.; SUTER

40; SERGIO GADEA; SPANISH
PONS RACING; PONS KALEX

41; ARNE TODE; GERMAN
RACING TEAM GERMANY; SUTER

44; ROBERTO ROLFO; ITALIAN
ITALTRANS S.T.R.; SUTER

45; SCOTT REDDING; BRITISH
MARC VDS RACING TEAM; SUTER

48; SHOYA TOMIZAWA; JAPANESE
TECHNOMAG-CIP; SUTER

52; LUKAS PESEK; CZECH
MATTEONI C.P. RACING; MORIWAKI

53; VALENTIN DEBISE; FRENCH
WTR SAN MARINO TEAM; ADV

55; HECTOR FAUBEL; SPANISH
HONDA-SAG; SUTER

56; VLADIMIR LEONOV; RUSSIAN
VECTOR KIEFER RACING; SUTER

59; NICCOLO CANEPA; ITALIAN
SCOT RACING TEAM; SCOT

60; JULIAN SIMON; SPANISH
MAPFRE ASPAR TEAM; RSV

61; VLADIMIR IVANOV; RUSSIAN
GRESINI RACING MOTO2; MORIWAKI

63; MIKE DI MEGLIO; FRENCH
MAPFRE ASPAR TEAM; RSV

71; CLAUDIO CORTI; ITALIAN
FORWARD RACING; SUTER

72; YUKI TAKAHASHI; JAPANESE
TECH 3 RACING; TECH 3

75; MATTIA PASINI; ITALIAN
JIR MOTO2; TSR

76; BERNAT MARTINEZ; SPANISH
BLUSENS BQR; BQR-MOTO2

77; DOMINIQUE AEGERTER; SWISS
TECHNOMAG-CIP; SUTER

88; YANNICK GUERRA; SPANISH
G22 HOLIDAYGYM; MORIWAKI

95; MASHEL AL NAIMI; QATAR
BLUSENS BQR; BQR-MOTO2

dari (http://www.motogp.com/en/news/2010/Moto2+provisional+entry+list+2010)

Moto2 Machinery:

Dari ajang CEV buckler

Honda BQR moto2 prototipe

Pons Racing

HONDA CBR 125R

•Februari 1, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mungkin bentuk motor ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan pemakai Minerva 200R. Tapi tunggu dulu, ini bukan minerva 200R, ini adalah Honda CBR 125R. Yup, ini merupakan produk bungsu dari keluarga CBR. CBR 125R merupakan motor sport kelas pemula, yang diperkenalkan oleh Honda guna mengisi kelas 125 cc. CBR 125R mulai diperkenalkan oleh Honda, pada tahun 2004. Motor ini diproduksi di Thailand, bersamaan dengan kakaknya, yaitu Honda CBR 150R. Oh iya, Honda CBR 125 hanya ditujukan untuk pasar di kawasan Eropa.

Bermodalkan mesin satu silinder SOHC 4-tak, sebesar 124,7 cc. Berpendingin air, dan mampu memuntahkan tenaga sebesar 13 bhp, yang di transfer melalui sistem transmisi 6-percepatan. Menjadikan CBR 125R, sebuah motor yang lincah. Namun, jangan terlalu berekspektasi lebih terhadap motor ini. Tenaga yang dikeluarkannya tidaklah terlalu berbeda dengan saudaranya dari thailand, yakni Honda Sonic. Dari tenaga dan torsi yang dihasilkan, bisa dikatakan 11-12, alias sama-sama saja. Yang membuatnya berbeda dengan sonic, ialah dalam hal sistem transmisinya dan juga penampilannya. So, rasa sonic bungkus minerva??

Jika kita melihat kesempatan motor ini diluncurkan di Indonesia, hampir pasti mustahil. Tetapi jika kita melihat bodi motor ini kemudian diadaptasi di CBR 150R buatan AHM atau AP Honda, ‘who knows?’ Karena, Honda CBR 125R ini telah mengalami beberapa kali face lift ala Honda, wkwkwkwk… Di bawah ada beberapa penampakan Honda CBR 125R dari beberapa tahun ke belakang.

Mirip CS1 lampunya?

Lho kok, spionnya di stang??

Warna korporat nih :P

Memory of Memoirs

•September 11, 2009 • 1 Komentar

Semua bermula sekitar lima tahun yang lalu, ketika itu semuanya masih abu-abu. Belum jelas apakah perasaan itu berarti, belum jelas apakah arti dari semua kebetulan yang telah terjadi itu. Ketika kau mengalaminya hampir berurutan untuk yang kedua kalinya, diriku tersadar ketika mengalami hal yang serupa untuk kedua kalinya. Mungkin ini akibat dinginnya diriku, melebihi dinginnya biang es yang tertanam di kutub utara. Mungkin juga karena diriku yang terlalu lihai dalam menyimpan rahasia, bukan hanya pada orang lain, bahkan pada hati nurani mu sendiri.

Menipu dirimu sendiri, padahal semua itu ada di hadapanmu, ada di depan hidungmu. Akankah diriku menyimpan semua data yang tak mungkin dioperasi di dalam sistem windows? Haha, komputer mungkin akan meledak dan berasap, Ketika kau mengetikan C: dir/love. Jyahaha, sedikit geli mengatakan hal itu, lagi-lagi kadang berpikir, itu adalah kata-kata yang tak pernah kau gunakan selama lima tahun yang lalu. Terselubung dengan sempurna, layaknya data intelijen CIA. Yang baru dilempar ke publik, beberapa tahun kemudian. Perumpamaan ini mungkin cocok untuk situasi yang dialami diriku saat ini.

Test and Drive ‘W***ng Pa**a’

•Juli 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berawal dari acara lari pagi bersama bung Muadz, ritual lari pagi keliling lintasan sabuga dilaksanakan sebanyak empat pusingan. Yeah, hari itu adalah hari yang sangat cerah, sampai saking cerahnya, langit saat itu sama sekali tak berawan. Dehidrasi dan kelaparan segera melanda diri kami. Setelah beberapa saat spap cuap, dan searching gadis dara manis yang tak kunjung datang, kami akhirnya memutuskan untuk cap-cus.

Singkat cerita, kami memutuskan untuk mencari spot guna mengisi perut. Berhubung orkes keroncong di perut kami saat itu sudah mulai beraksi. Tempat yang disepakati untuk mengisi perut kami adalah w***ng p**ta. Restoran ini tepat terletak di seberang ITB. Konon katanya, restoran ini baru dibuka oleh sang empunya, yakni cheff Ragil? Tanpa ba….bi….bu…lagi kami akhirnya meluncur ke tps. Kesan yang didapat secara overall, nuansa restoran warung pasta ini sangat nyaman dan menenangkan. Sesuai dengan namanya ‘warung pasta,’ restoran ini menawarkan beragam menu pasta aseli italiano. Metode pemesanan berjalan unik, disana kami diharuskan untuk terlebih dahulu memilih bumbu pasta yang akan kami gunakan. Kemudian kami pun harus menentukkan ukuran menu yang akan disantap ( ada ukuran M, L ). Dan yang terakhir kami harus menentukan pasta yang akan kami gunakan, apakah itu fettucini, spaghetti, atau fuccilli dkk.

Bung Muadz memutuskan untuk memesan bumbu chucky flucky, dan saya memesan hmmm…lupa lagi namanya pokoknya ada mushroom2 nya gitu deh. Saya memesan bumbu mushroom itu, yang kemudian dikombinasikan dengan pasta jenis fettucini ( size L tentunya ) ^_^” Oh iya, ada satu hal lagi yang unik, warung pasta menjual minuman yang dapat di refill. Beberapa menit berselang, pesanan kami datang. Setelah dimakan, ummm….kok agak hambar yah? Yeah, fettucini saya kok hambar. Saus krim pasta dengan rasa yang datar-datar saja, ditambah jamur yang gak bisa beraliansi dengan saus krim tersebut. Pasta instant aja bisa lebih enak dari ini, ‘pikir saya.’ Jadi ingat sama makanan rumah sakit yang hambar, gak pake garem atau gula, boro-boro keju, ngarep. Karena udah terlanjur laper, hajar bleh ajah dicampur sama sambel. Rugi-rugi, ternyata benar kabar angin yang menyebar, w***ng p*sta emang pasta rasa warung. Dari sepuluh bintang saya kasih enam deh, dengan nilai plus di tempat dan refill drinknya. Oh iya, pajaknya 15%.

( ini merupakan penilaian pribadi, untuk lebih jelasnya coba sendiri )

NSR Kontet

•Mei 11, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Siapa sih yang enggak kenal sama Honda NSR. Yoi brur, NSR merupakan salah satu produk legendaris milik Honda, mau di balap ato di motor harian. Di balap sendiri NSR dikenal dengan tipe  500cc 2-tak-nya, dimana motor ini terkenal sangat ganas. Mic Doohan aja pernah dilempar ama ni motor, sampai absen beberapa bulan di Gp500. Bahkan, Rossi pun sempet dibuat bingung sama ni motor, sebelum akhirnya doi bisa menjinakannya. Lain lagi di harian, khususnya di Indonesia. NSR dikenal tipe yang 150cc 2-tak-nya, pokoknya dahsyat punya dah. Nah, gimana kalo NSR yg pada dasarnya punya image sangar, ternyata memiliki sisi keimut-imutan? Ya jadinya NSR 50 dong.

Motor dengan kapasitas mesin 49 cc 2-tak  ini, dapat memuntahkan tenaga sebesar 7,2 Hp pada kitiran 10.000 rpm. Dengan top speed yang mencapai 110 km/jam. Waw, lumayan tuh masih bisa diajak lari ngelawan motor bebek di Indonesia. Apalagi, motor ini dibekali sama sistem transmisi manual 6 percepatan. Motor ini pun sudah dilengkapi dengan sistem pendingin air. Jadi gak perlu khawatir sama yang namanya gejala over heat. Pengendara pun dipastiin bakalan tenang melibas tikungan. Soalnya NSR 50 ini udah dilengkapi sama suspensi model monoshock dibelakang dan model teleskopik di depan. Berat motor ini sendiri cuman mencapai 92 kg, lumayan berat sih, jika dibandingin sama ukurannya. Bayangin aja, panjang motor ini cuman 1.580 mm, lebar cuman 589 mm, tinggi pun hanya 935 mm. Pegel- pegel dah.

Karena tenaga dan ukuran yang imut. Motor ini emang ditujukan buat pengenalan doang, bagi pembalap-pembalap pemula. So, bagi ade-ade yang mau jadi pembalap, sok atuh minta dibeliin sama babeh. Harganya cuman 2260 Euro kok. Hehehe, kalau dikurs-in sih sekitar 32 jutaan. Meding beli CBR ya brur.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.